Ulasan Cerpen Lukisan Kaligrafi Karya A. Mustofa Bisri

Cerpen berjudul Lukisan Kaligrafi karya A. Mustofa Bisri memiliki tema cerita sosial agama, cerpen ini dimuat dalam buku kumpulan cerpen Lukisan Kaligrafi. Menceritakan tentang Ustadz Bachri yang kedatangan teman lamanya bernama hardi yang merupakan seorang pelukis. Hardi menemui Ustadz Bachri untuk silaturahmi dan berbincang-bincang mengenai kaligrafi. Ustadz Bachri sangat antusias menyambutnya. Namun ternyata Hardi hanya membahas aliran seni dan teknik melukis tanpa mengetahui aturan penulisan khat Arab. Hardi menuturkan bahwa ia hanya menggambar dengan mencontoh kitab Quran dan kitab dengan tulisan Arab lainnya. Ia menggambarkan kaligrafi sesuai dengan makna yang terkandung dalam ayat yang diketahui lewat terjemahan Quran kemudian dilukiskan ke dalam bentuk tertentu disertai pemandangan yang sesuai.

Dari ringkasan awal cerpen Lukisan Kaligrafi diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak manusia yang asal dalam melakukan suatu hal untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Dalam hal ini Hardi hanya menggunakan lukisan kaligrafi untuk mencari keuntungan, karena kaligrafi memiliki nilai jual yang tinggi. Hardi menganggap bahwa tidak perlu mengetahui aturan atau falsafah mengenai khat Arab, hanya cukup dengan memberikan makna dan pemandangan yang sesuai dengan ayat maka lukisan tersebut akan memiliki nilai seni yang tinggi.

Selanjutnya dalam cerpen tersebut diceritakan bahwa Ustadz Bachri merasa tertantang oleh Hardi yang akan melakukan pameran 3 bulan lagi, kemudian Ustadz Bachri mencoba untuk melukis kaligrafi diatas kanvas, Namun lukisan yang ia buat tidak pernah berhasil, hingga seorang kurir kiriman Hardi datang untuk mengambil lukisan tersebut. Tanpa diduga lukisan yang dibuat Ustadz Bachri ternyata diminati banyak orang dalam pameran tersebut. Lukisannya menjadi terkenal dan ditawar seharga 10.000 Dolar AS. Lukisan tersebut sebenarnya hanya dilukiskan menggunakan 2 warna dan hanya melukiskan satu huruf yaitu alif. Namun judul, makna dan falsafah yang dijelaskan oleh Hardi kepada para pengunjung dan wartawan membuat lukisan Ustadz Bahri menjadi terlihat amat menarik.

Berdasarkan ringkasan cerita diatas dapat disimpulkan bahwa untuk menggambar sebuah lukisan kaligrafi tidak hanya memerlukan pengetahuan tentang khat Arab, namun juga perlu memiliki wawasan tentang seni dan teknik melukis. Penilaian seseorang terhadap lukisan kaligrafi tidak hanya melihat kualitas dari lukisan tersebut, namun jika dapat memberikan judul, makna, dan falsafah yang menarik terhadap lukisan tersebut maka secara langsung akan memberikan kesan yang baik dan membuatnya menjadi menarik.

Leave a Reply