Tuan Guru Zainul Majdi, Sosok Pemimpin Muslim dari Nusa Tenggara Barat

Saya mendapatkan banyak ilmu saat menghadiri talkshow oleh zainul majdi seorang gubernur NTB atau yang biasa disebut juga dengan tuan guru. Sedikit bercerita tentang tuan guru, ia telah berhasil membawa banyak kemajuan yang cukup signifikan dalam perkembangan NTB utamanya dalam bidang pariwisata. Beliau sudah menjabat sebagai gubernur selama 8 tahun dari umurnya 36 tahun hingga sekarang. Perlu diketahui bahwa beliau merupakan seorang tahfidz quran dan telah mengenyam pendidikan dari S1 hingga S3 di Cairo. Banyak pengalaman yang beliau ceritakan semasa dia menjabat sebagai gubernur. Lucunya pada saat sesi pertanyaan talkshow ini banyak orang2 yang berasal dari NTB menanyakan hal2 mengenai NTB, maka setelah 2 pertanyaan tentang NTB, saat sesi pertanyaan berikutnya tuan guru meminta orang yang mengajukan pertanyaan bukan yang berasal dari NTB karena hal itu bisa disampaikan nanti saja ketika di rumah, mungkin di NTB maksudnya.

Saat ditanyakan dengan berbagai prestasinya sebagai gubernur, beliau dengan segala kerendahan hatinya menjawab semua ini adalah pekerjaan dari seluruh masyarakat NTB. Beliau bercerita pernah suatu ketika beliau sedang berdiskusi dengan tuan guru yang sedang dikumpulkan dalam sebuah pertemuan, salah satunya meminta beliau agar turis tidak boleh mengenakan pakaian yang memperlihatkan aurat di pantai2 NTB atau lebih baik ditutup saja untuk turis jika demikian, sementara padahal pariwissata yang menarik bagi turis adalah pantai2 NTB utamanya lombok. Tentu saja permintaan itu bagi kita mungkin sulit untuk dipenuhi, mengingat lombok merupakan tempat wisata terkenal bagi turiss-turis asing yang kebanyakan non-muslim. Namun, siapa sangka ternyata tuan guru menyikapi permintaan ini dengan baik, ia sadar bahwa pantai tersebut mempunyai potensi yang sangat besar di bidang pariwisata, sehingga tidak mungkin baginya untuk menutupnya, akhirnya ia membuat satu tempat pariwisata baru yang dia sebut dengan halal tourism. Halal tourism adalah tempat atau mungkin pantai dimana pengunjungnya menutup aurat. Beliau melakukan hal tersebut dengan harapan bahwa pemain bisnis dan wisatawan di sektor pariwisata konvensional akan beralih ke sektor pariwisata halal, sehingga ia tidak langsung menghilangkan yang konvensional tersebut namun dengan membuat sektor halal, ia telah memperlambat bahkan mengurangi turis2 konvensional. Maka itu ia menganjurkan bagi kita umat musllim untuk mengunjungi tempat wisata halal di NTB, agar menjadi lebih maju dan berkembang, hingga secara langsung membuat minat turis ataupun pelaku bisnis untuk pindah ke wisata halal.

Tuan guru menyampaikan bahwasanya pemimpin muslim itu diperlukan dalam memimpin pemerintahan di Indonesia, jika terdapat anggapan bahwa sebaiknya ulama tidak usah terjun ke politik karena ditakutkan akan terjebak birokrasi dan terpaksa melakukan hal2 yang tidak diinginkan, maka kata beliau kita harus memutarbalikkan anggapan tersebut, ulama harus terjun ke dunia politik karena hanya dari muslim sendiri lah yang tau akan kebutuhan ummatnya, dan mengenai birokrasi politik yang ada dalam pemerintahan, ulama diharapkan bisa memberikan warna yang berbeda dan berpegang teguh pada imannya. Bercerita tentang pemerintahan, pernah suatu ketika ia berkunjung ke DPR dalam suatu pertemuan dan disana dia mempresentasikan program pariwisata di NTB dan mendapat banyak pujian, namun pada saat penganggaran dana, NTB tidak diberikan dana sepeserpun untuk mengembangkan programnya. Lucu sekali melihat kenyataan tersebut, beliau menyampaikan bahwa beliau tidak melakukan hal2 yang bersifat tanda kutip dalam birokrasi pemerintahan ketika mempresentasikan programnya, sehingga hasilnya seperti yang saya sampaikan diatas.

Pada awal pemerintahannya di NTB beliau menyampaikan bahwa terdapat stigma atau anekdot negatif untuk masyarakatnya dari mereka sendiri. Bahwa menjadi masyarakat NTB adalah ‘Nasib tidak baik’ ataupun ‘Nanti Tuhan Bantu’ dan berbagai anekdot lainnya. Pernah suatu ketika ia ceramah kepada karyawannya tentang siksa neraka, namun jemaahnya terlihat mengantuk. Tetapi saat ia ceramah dan membahas soal mutasi, karyawannya terlihat tampak semangat dan antusias mendengarkan. Entah hal ini hanya bercandaan tuan guru atau memang benar adanya.
Dalam sesi pertanyaan terdapat hal yang penting disampaikan oleh tuan guru mengenai demokrasi dan pembentukan karakter sejak dini. Ada ulama yang beranggapan bahwa demokrasi itu haram, namun kemudian tuan guru sampaikan bahwa perbedaan pendapat sudah lumrah terjadi bahkan sejak zaman nabi, maka dikenal adanya toleransi. Jujur saja saya lupa apa saja yang ia sampaikan pada pembahasan demokrasi.

Selanjutnya pada saat ia menjawab pertanyaan yang berkaitan mengenai keluarga, ia sedikit menceritakan bagaimana orang tuanya mendidiknya, tuan guru dibesarkan dalam keluarga ulama, suatu malam ia dan saudara2nya pernah disuruh menghapal surat an naba. ia menyampaikan bahwa keluarga adalah fundamental dari setiap individu-individu. Keluarga dapat membangun suatu individu dan keluarga merupakan tatanan penting dalam pembentukan masyarakat.

Banyak hal yang mungkin tidak dapat saya sampaikan pada tulisan ini, dikarenakan saya tidak menggunakan catatan saat ia ceramah dan tulisan ini hanya berdasarkan ingatan saya, oleh karena itu banyak hal yang sekiranya saya ragu tidak saya masukkan pada tulisan ini. Menurut saya tuan guru merupakan sosok yang humoris, cerdas, dan tegas. Sekali lagi saya sampaikan jika terdapat kata atau kalimat yang salah dalam tulisan ini saya mohon maaf. Semoga kamu mendapatkan hikmah setelah membaca tulisan ini, wassalam.

Leave a Reply