Kunjungan ke Museum DPR RI di Jakarta

Pada tanggal 22 September 2015, saya diberikan kesempatan untuk mengunjungi Museum DPR RI dalam rangka memenuhi tugas pengantar museologi. Berangkat kesini tadinya saya ingin menggunakan motor, namun saya urungkan karena belum pernah memasuki Kompleks DPR dan takut tidak boleh parkir motor, akhirnya saya jalan ke sini menggunakan Kereta dari stasiun Bekasi. Rencananya saya akan turun di stasiun palmerah, tetapi karena ternyata saya sudah terlambat, saya memilih untuk turun di stasiun karet dan naik ojek hingga ke DPR. Sampai di kompleks gedung DPR saya bertemu teman-teman saya yang berangkat bersama dari kampus tercinta. Segera kami menuju gedung nusantara 2 (kalau tidak salah) karena Museum DPR terletak disana. Ini pengalaman pertama saya memasuki kompleks gedung DPR, lingkungannya bersih, sunyi dan nyaman. Museum terletak di lantai 2, saya sendiri baru tahu kalau DPR punya museum dari dosen, memang museum ini tidak bisa dikunjungi oleh publik secara umum, harus memiliki izin untuk mengunjunginya.

IMG_20150922_140650

Berikut dibawah ini merupakan laporan yang saya buat untuk tugas pengantar museologi yang berisi tentang Museum DPR RI.

Sejarah Singkat Museum DPR RI

Prakarsa pembuatan Museum DPR RI dimulai pada periode DPR 1987 – 1992 dengan Pimpinan DPR-RI saat itu M.Kharis Suhud sebagai Ketua. Pada tahun 1997 museum ini diresmikan dengan Ketua DPR RI yang saat itu dipegang oleh Bapak H.Harmoko. Atas prakarsa nya, maka museum DPR RI dikembangkan dengan menambah koleksi baik barang,naskah maupun foto serta diupayakan menempati ruang dan gedung yang representatif untuk Museum DPR RI. Tanda tangan ketua DPR kala itu, Harmoko, terukir di dekat pintu keluar sebagai penanda peresmian museum ini pada 1997 silam.

IMG_20150922_142144

Pada Bulan Juni-Agustus 2015, Museum DPR RI dirancang ulang atas kerjasama Sekretaris Jenderal DPR RI dan Universitas Indonesia (Tim Departemen Arkeologi FIB UI, Program Studi Arsitektur Interior FTUI dan Center for Election and Political Party FISIP UI)

 

Koleksi Museum DPR RI

Museum DPR RI memiliki berbagai macam koleksi benda benda bersejarah yang terkait dengan aktivitas DPR sejak jaman belanda.

Koleksi yang terdapat di Museum DPR RI meliputi:

  1. Peralatan yang digunakan DPR pada periode tertentu
  2. Seragam yang digunakan DPR pada periode tertentu
  3. Foto anggota DPR
  4. Maket kompleks gedung DPR
  5. Dinding yang berisi tentang sejarah DPR
  6. Patung
  7. Lukisan
  8. Alat musik

Tata Letak dan Ruang Pamer Museum DPR RI  

Museum DPR RI memiliki tata letak yang atraktif dan koleksi yang cukup menarik, setelah memasuki Museum pengunjung langsung disajikan dengan dinding di sebelah kiri yang berisi sejarah kronologis DPR RI sejak jaman belanda, dimulai dari Volksraad hingga ke bentuk DPR sekarang. Kemudian terdapat peralatan yang pernah digunakan oleh DPR seperti kamera, mesin tik, palu dan berbagai macam peralatan lainnya.

Tata letak secara umum disusun berdasarkan kronologis, sehingga dapat memberikan informasi yang runut tentang sejarah DPR RI. Pengujung juga diajak untuk berinteraksi dengan koleksi yang ada di Museum DPR seperti mengemukakan pendapat mereka terhadap informasi yang disajikan pada dinding sejarah tersebut dan terdapat juga voting koleksi yang paling baik dengan menggunakan kancing.

Museum ini memiliki satu ruang yang berisi alat music tradisional milik DPR RI dan terdapat sofa panjang sebagai tempat istirahat bagi pengujung serta diseberang ruang ini terdapat toilet yang disediakan untuk pengunjung. Namun, di salah satu sudut Museum DPR RI masih terdapat ruang yang minim pencahayaan dan Koleksi yang minim informasi.

Museum DPR RI dengan segala sarana dan prasarana didalamnya telah mampu menjadi suatu tempat yang bersifat rekreatif untuk dikunjungi karena memberikan informasi yang bersifat edukatif dan penyajian koleksi yang cukup atraktif sehingga dapat dijadikan obyek foto yang menarik. Dengan mengunjungi Museum DPR RI, pengunjung diharapkan akan mengetahui banyak wawasan baru tentang sejarah DPR RI.

Dokumentasi

IMG_20150922_141958-q

Ruangan yang berisi alat musik tradisional

IMG_20150922_142706-q

Penjelasan Komisi-Komisi dalam DPR

IMG_20150922_143213-q

Sarana museum yang mengajak pengunjung untuk bersikap partisipatif

IMG_20150922_141505-q

Pakaian pimpinan MPRS pada tahun 1960-1961

IMG_20150922_141600-q

Suasana di dalam Museum DPR

IMG_20150922_141518-q  IMG_20150922_141624-q

Studi Kasus Lahan Parkir Liar di Jakarta

Pada artikel kali ini saya akan membagikan tugas paper mpkta buatan saya sendiri barangkali bisa menjadi referensi untuk kalian yang mempunyai tugas paper saya menguraikan peran otak, kepribadian, logika dan etika dalam kehidupan masyarakat yang berbudaya dengan studi kasus lahan parkir liar yang terdapat di jakarta, silahkan dipelajari dibawah ini.

studi kasus parkir liar di jakarta

Diambil dari satuharapan.com (Foto: Tunggul Tauladan)

PERAN OTAK, KEPRIBADIAN, LOGIKA, DAN ETIKA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG BERBUDAYA

“Studi Kasus: Lahan Parkir Liar di Jakarta”

Padatnya daerah komersial di Jakarta menyebabkan kekurangan lahan parkir untuk kendaraan bermotor, hal tersebut dimanfaatkan oleh orang untuk dijadikan ladang bisnis mereka. Banyak orang memanfaatkan hal ini dengan membuat lahan parkir liar di sekitar daerah komersial seperti pada daerah pasar ataupun pertokoan. Hanya dengan menggunakan seragam dengan logo pemerintah Jakarta, mereka bertindak seperti petugas penjaga parkir resmi. Petugas lahan parkir liar mengklaim bahwa dalam sehari mereka bisa mendapatkan ratusan ribu rupiah. Sebagian dari mereka mengaku memberikan setoran kepada oknum dinas perhubungan dan preman setempat, mereka juga mempunyai back up dari kalangan aparat agar lahan parkir mereka tetap aman. Selain membuat kemacetan karena biasanya terletak di pinggir jalan, lahan parkir liar juga dianggap sangat meresahkan, karena biaya parkir yang diminta terkadang terlalu besar terutama lahan parkir liar yang dijaga oleh ormas tertentu. Uang retribusi lahan parkir yang diterima oleh pemerintah Jakarta juga dinilai tidak sesuai dan mengalami kerugian yang cukup besar akibat lahan parkir liar. Untuk menangani hal ini pemerintah telah merumuskan solusi yang tepat yaitu dengan merubah sistem lahan parkir menggunakan teknologi seperti sistem e-parking, sehingga pendapatan pemerintah dari lahan parkir dapat dioptimalisasikan dan lahan parkir dapat terkontrol. Petugas-petugas lahan parkir liar juga akan diberdayakan oleh pemerintah, hanya saja karena pembayaran dilakukan menggunakan e-parking jadi para petugas parkir tersebut akan digaji oleh pemerintah. Sistem ini direncanakan akan diterapkan oleh pemerintah Jakarta pada tahun 2016.

Makalah ini akan menjelaskan tentang peranan otak, kepribadian, logika, dan etika pada kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan lahan parkir liar di Jakarta.

Otak

Menurut MacLean (1990), Otak berevolusi dalam tiga periode besar yang membentuk tiga lapisan. Lapisan yang paling tua dikenal sebagai R-Complex disebut juga sebagai otak reptil, lapisan ini bertanggung jawab pada pola perilaku bawaan yang penting untuk kelangsungan hidup dengan fungsi mengendalikan semua gerakan involunter yang dibutuhkan, otak reptil dapat memberikan gerakan refleks untuk mempertahankan hidup tanpa memikirkan secara cermat apa yang dilakukannya.

Lapisan kedua Limbic system disebut juga otak mamalia, memegang peranan penting dalam emosi serta motivasi. Lapisan ini juga bertanggung jawab atas pembelajaran dan memori.

Lapisan otak yang terakhir yaitu Neocortex adalah lapisan teratas yang mengelilingi Otak Mamalia dan hanya dimiliki oleh jenis mamalia. Neocortex berfungsi saat memerlukan pemecahan yang rumit. Besar Neocortex pada manusia membuatnya memiliki kemampuan berpikir abstrak, transendens, dan tidak terbatas pada hal yang dialami saat ini. Salah satu kelebihan dari kemampuuan berpikir ini membuat manusia dapat melakukan introspeksi diri dan membuaat perencanaan untuk mengembangkan diri.

Kepribadian

Kepribadian sering dikaitkan dengan kata ‘Personality’ dalam bahasa Inggris, yang berasal dari kata ‘Persona’ dalam bahasa latin yang berarti ‘kedok atau topeng’ yaitu “tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung pada zaman Yunani kuno yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak dan pribadi sesorang” (Agus Sujanto, 1997).

Menurut Allport, kepribadian adalah “Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system that determine his unique adjustment to his unique adjustment to his environment” yang artinya “Kepribadian itu adalah organisasi dinamis dari keseluruhan sistem psiko-fisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya”.

Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa kepribadian merupakan suatu organisasi yang dinamis, berarti dapat berkembang seiring waktu sehingga bersifat fleksibel dan tidak tetap serta dapat mengalami perubahan, yang berkaitan dengan keadaan fisik dan juga psikis manusia.

Logika

Istilah logika digunakan untuk menyebut cabang filsafat yang mengkaji prinsip, aturan, dan metode berpikir yang benar oleh Alexander Aphrodisias sekitar permulaan abad ke 3 M. Dalam matematika logika dikaji dalam kaitannya dengan upaya menyusun bahasa matematika yang formal, baku, dan jernih maknanya, serta dalam kajian tentang penyimpulan dan pembuatan pernyataan yang benar. Logika merupakan alat yang dibutuhkan dalam kajian berbagai ilmu pengetahuan dan juga dalam kehidupan sehari-hari. Logika memungkinkan manusia memahami seluk-beluk dan dinamika alam beserta isinya, meneraangkan, meramal, dan menata alam. Berbagai persoalan manusia dapat terselesaikan dengan bantuan logika.

Etika

Secara etimologis, istilah etika berasal dari kata Yunani “ethikos” yang berarti “adat”, “kebiasaan”, atau “watak” (Pritchard, 2012,1). Etika mengacu kepada seperangkat aturan-aturan, prinsip-prinsip atau cara berpikir yang menuntun tindakan dari suatu kelompok tertentu. Kata etika spesifik mengacu kepada studi sistematis dan filosofis tentang bagaimana kita seharusnya bertindak (Borchert, 2006, 279).

Petugas Lahan Parkir Liar

Sudah delapan tahun Gibson menjadi tukang parkir di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Saban hari dia menongkrongi salah satu jalan buat menyatroni kendaraan yang bakal parkir. Buat menjadi penguasa parkir di wilayah itu, Gibson harus duel dengan para preman-preman di daerah itu (merdeka.com).

Dari kutipan berita tersebut dapat diketahui bahwa untuk menjadi seorang petugas lahan parkir juga dibutuhkan usaha yang bahkan sampai mempertaruhkan nyawa seseorang. Meskipun begitu tetap saja banyak orang yang menggeluti bisnis lahan parkir, karena dalam logika mereka bisnis ini bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Dalam kasus ini penguasa lahan parkir liar bernama Gibson mengaklaim dirinya bisa mendapatkan minimal 500 ribu rupiah per harinya. Gibson menguasai 7 lahan parkir liar di daerah pertokoan di Jakarta Timur. Untuk menguasai lahan tersebut ia pernah berkelahi dengan preman setempat. Untuk menjaga kemanan lahan parkirnya dia juga menyuap oknum kepolisian.

Gibson tidak lagi peduli dengan etika yang berlaku di masyarakat, yang dia inginkan hanyalah memperoleh keuntungan yang besar dan untuk memperoleh hal tersebut dia rela hingga mempertaruhkan nyawanya. Kemampuan otaknya untuk menginstrospeksi diri seperti tidak dimilikinya.

Seorang petugas parkir lainnya yang bernama wardi juga menyatakan bahwa ia sadar bahwa banyak orang yang tidak suka dengan pekerjaannya, namun dia memaklumi hal tersebut dengan alasan menjadi petugas lahan parkir merupakan cara dia mendapatkan uang. Hal tersebut menunjukkan ketidakpedulian wardi tentang pandangan masyarakat. Meskipun dia sadar bahwa masyarakat tidak menyukainya namun ia memilih untuk tidak peduli apakah pekerjaan yang dilakukannya itu benar atau tidak, karena semata-mata dia bekerja untuk mencari uang. Hal tersebut merupakan cara penggunaan logika yang salah dan merupakan contoh tindakan yang tidak beretika.

Tanggapan Pemerintah Terhadap Lahan Parkir Liar

Gubernur DKI Jakarta, Ahok cukup geram dengan maraknya lahan parkir liar di DKI Jakarta. Ahok berencana mempidanakan tukang parkir liar yang kerap menggunakan bahu jalan, ia juga meminta TNI dan Kepolisian membantu menertibkan parkir liar tersebut. Dari penghitungan Ahok, potensi pendapatan Pemprov DKI jika parkir dikelola dengan baik bisa mencapai Rp 1,8 triliun saban tahun.

Ahok dapat dikatakan memiliki kepribadian yang tegas, ia dengan berani menindak langsung terhadap pelaku yang membuat lahan parkir liar di bahu jalan. Meskipun begitu ia juga perlu memikirkan cara untuk tetap memberdayakan petugas parkir liar tersebut agar tidak meningkatkan angka pengangguran di DKI Jakarta.

Kepala bagian keuangan UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Siswanto membenarkan jika ada oknum petugas yang menjadi beking lahan parkir di Jakarta. Untuk menghindari hal tersebut, Siswono menjelaskan jika Pemprov DKI berencana memasang mesin parkir elektrik. Tujuannya ialah mengoptimalkan pendapatan daerah dari lahan parkir, sekaligus mengurangi gesekan di lapangan antara juru parkir(merdeka.com).

Tindakan Siswanto ini menggambarkan bahwa pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menambahkan pendapatan daerah dari lahan parkir. Selain itu Siswanto juga bernecana untuk tetap mempekerjakan para petugas parkiran liar di jakarta dan memberikan gaji bulanan. Hal tersebut ditujukan agar tidak ada lagi penyimpangan yang dilakukan dalam pembayaran parkir.

Penutup

Sedikitnya keterampilan yang dimiliki seseorang, membuat dirinya cenderung mencari suatu pekerjaan yang mudah namun tetap mendapatkan penghasilan yang besar. Pada kasus petugas parkir liar ini, beberapa dari mereka sudah menyadari bahwa pekerjaan yang mereka geluti itu tidak disukai oleh masyarakat namun karena mereka tidak memiliki keahlian lain, mereka tetap melakukan pekerjaannya walaupun dapat membahayakan nyawa mereka. Pandangan masyarakat oleh mereka sudah tidak berarti lagi, mereka seolah-olah tidak menggunakan pikiran rasional mereka dan hanya mementingkan keuntungan semata.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menertibkan lahan parkir liar, namun karena adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang justru melindungi petugas parkir liar ini menyebabkan lambatnya penertiban yang dilakukan. Jika seluruh aparat pemerintahan memiliki kepribadian yang baik dan tidak ada yang menyimpang dapat diperkirakan bahwa penertiban lahan parkir liar akan berlangsung dengan cepat. Pemerintah juga telah menciptakan solusi untuk para petugas parkir liar dengan tetap mepekrjakan mereka dan diberikan gaji bulanan serta mengganti sistem pembayaran parkir menggunakan dengan e-parking dengan biaya berdasarkan waktu tiket, hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyimpangan pembayaran parkir.

Daftar Pustaka

Takwin, Bagus, dkk. Progam Pengembangan Kepribadian Pendidikan Tingi Buku Ajar I. 2015. Depok.

Singgih, Evita, dkk. Progam Pengembangan Kepribadian Pendidikan Tingi Buku Ajar II. 2015. Depok.

http://www.merdeka.com/khas/cegah-pungli-dengan-teknologi-bisnis-parkir-liar-3.html (akses: 3 Desember 2015)

http://www.merdeka.com/khas/melongok-bisnis-parkir-liar-di-jakarta-bisnis-parkir-liar-1.html (akses: 3 Desember 2015)

http://www.merdeka.com/khas/bisa-tajir-meski-cuma-tukang-parkir-bisnis-parkir-liar-2.html (akses: 3 Desember 2015)

Masjid Al-Alam Marunda, Bukti Peninggalan Sejarah Perkembangan Islam di Jakarta

Masjid Al-Alam Marunda atau dikenal juga oleh penduduk setempat sebagai masjid si pitung merupakan masjid yang sudah berumur ratusan tahun, masjid ini dibangun pada abad 16. Ada sebagian masyarakat juga mempercayai masjid ini adalah masjid ghaib karena proses pembuatannya hanya 1 hari. Selengkapnya dapat anda lihat pada paper saya dibwah ini.




 Masjid Al-Alam Marunda: Bukti Peninggalan Sejarah Perkembangan Islam di Jakarta

Oleh:
Muhammad Jazmi Dwi Hartono




Pendahuluan

Jakarta adalah salah satu pusat perkembangan Islam di Nusantara. Hal ini diperkuat dengan banyaknya peninggalan-peninggalan sejarah bercorak islam seperti masjid dan makam di daerah Jakarta sejak abad 16. Masuknya Islam ke Jakarta diawali dengan penaklukkan pelabuhan Sunda Kelapa oleh pasukan Islam yang dipimpin Fatahillah. Setelah kemenangan tersebut Fatahillah mendirikan markas prajurit islam dan juga masjid di daerah Marunda. Masjid yang didirikan oleh Fatahillah dan pasukan Islam menurut penduduk setempat hanya dibangun selama satu hari yaitu Masjid Al-Alam Marunda. Masjid ini oleh Fatahillah difungsikan sebagai tempat penyusunan strategi dan benteng pertahanan pasukan Islam. Berbatasan langsung dengan laut di sebelah barat dan utara, Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid si Pitung dan menjadi kebanggan oleh penduduk setempat.

Sejarah Singkat Masjid Al-Alam Marunda

Terdapat berbagai versi mengenai sejarah didirikannya Masjid Al-Alam Marunda. Namun versi yang paling terkenal menerangkan bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1527 oleh Fatahillah bersama dengan pasukannya sebagai rasa syukur atas penaklukkan pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu masih dikuasai oleh Portugis. Ada juga yang mengatakan bahwa Masjid ini dibangun oleh para prajurit Sultan Agung. Tetapi menurut salah satu sesepuh Masjid Al-Alam Marunda yang bernama Haji Sambo Ishak, Masjid ini dibangun oleh Wali Songo pada tahun 1640. Menurut penuturan Haji Sambo, masjid ini juga merupakan tempat persembunyian si Pitung dari kejaran belanda, hal tersebut membuat masjid ini juga dikenal dengan nama masjid si Pitung. Beredar juga cerita bahwa masjid ini hanyalah salah satu dari sembilan masjid yang dibangun oleh Wali Songo dalam waktu semalam dan terbuat secara alamiah ( Ghaib ) itulah kenapa masjid ini diberikan nama Al-Alam.

Pada tahun 1970 dilakukan pemugaran masjid oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta, dengan melakukan penggantian beberapa komponen atap dan pemberian lapisan pelindung berupa plastik pada bagian bawah atap agar terlindung dari kelembaban dan siraman air hujan, pembuatan tanggul di sisi utara masjid untuk melindungi masjid dan ancaman abrasi pantai. Masjid Al-Alam Marunda telah menjadi benda cagar budaya sejak tahun 1975 sehingga segala kebutuhan masjid ini dibiayai oleh pemerintah. Tahun 1989 masjid ini mengalami perluasan dengan tambahan dua buah serambi di bagian depan dan sisi utara masjid, serta tempat berwudhu dan toilet di sisi selatan.


Lokasi Masjid

Masjid Al-Alam Marunda terletak di tepi pantai Marunda, Utara Kota Jakarta yang berdekatan dengan Bekasi. Lokasi tepatnya yaitu di Jalan Marunda Besar RT 09 RW 01, Kampung Marunda Besar, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Provinsi Jakarta Utara. Sebelah utara dan barat berbatasan dengan laut dan sebelah selatan dan timur berbatasan dengan pemukiman penduduk.Untuk menuju masjid ini harus melalui jalanan sempit dan cukup berliku yang dipenuhi truk container karena lokasi masjid memang berdekatan dengan kawasan peti kemas di daerah Jakarta Utara. Sekitar 300 m sebelum sampai ke masjid terdapat rumah si Pitung, setelahnya jalan yang dilalui merupakan jalanan di pinggir rawa, bangunan sekolah dan rumah penduduk hingga sampai pada lokasi masjid.



Deskripsi Bangunan Masjid

Masjid Al-Alam Marunda memiliki ukuran yang relatif kecil. Masjid ini tampak sederhana dibanding masjid pada umumnya, dibangun dengan gaya tradisonal dan memiliki corak arsitektur betawi. Bangunan masjid dikelilingi dengan pagar beton dengan cat putih di sisi utara, timur, selatan dan barat. Gerbang utama menuju halaman masjid terletak pada sisi selatan. Sedangkan bangunan masjidnya terletak di sisi bagian timur. Halaman masjid di bagian selatan dilapisi ubin berwarna merah, tempat ini berfungsi sebagai tempat shalat ketika ruangan masjid penuh. Tempat wudhu terletak di sisi selatan, di tempat wudhu ini terdapat sumur yang dahulu berfungsi untuk mengambil air wudhu. Tepat di sebelah bangunan utama masjid, terdapat makam para pengurus masjid. Untuk menghindari abrasi pantai masjid ini dibatasi dengan batu cadas.

Bangunan utama masjid berbentuk persegi berukuran 12 x 12 m menghadap ke selatan. Di sisi selatan terdapat serambi berbentuk persegi panjang dengan pintu masuk terletak di tengah. Pintu masuk ke ruang utama pada bangunan masjid terdapat di sisi selatan dan timur. Dinding serambi bagian bawah terbuat dari tembok dan bagian atas dari teralis kayu yang disusun secara vertikal. Memiliki atap berbentuk limas tumpang dua yang terbuat dari genteng.

Serambi pada masjid Al-Alam Marunda memiliki empat jendela, dua di sisi timur dan masing-masing satu di sisi utara dan selatan. Di dalam serambi terdapat pintu masuk ke ruangan utama masjid. Ruangan serambi ini dapat digunakan untuk duduk-duduk sambil menunggu waktu shalat. Terdpat Bedug yang disangga oleh empat buah kayu yang dibentuk menyilang di sisi kiri serambi. Pintu masuk ke ruang utama masjid terletak di tengah serambi dengan ukuran 190 cm dan lebar 70 cm.

Ruang utama masjid memiliki bentuk persegi dengan ukuran 8x8m, dan tinggi plafon yang cukup rendah yaitu hanya 2,2 m, lantai sudah dilapisi ubin yang ditutupi karpet berwarna hijau. Dinding pada ruanagn masjid terbuat dari tembok berwarna putih. Masing-masing dinding memiliki dua jendela dengan ukuran yang berbeda. Semua jendela pada ruangan ini hanya menggunakan teralis yang terbuat dari kayu bulat bergelombang dan disusun secara vertikal. Ruangan ini ditopang dengan empat buah tiang utama sebagai penyangga yang terbuat dari beton. Tinggi tiang dari lantai hingga keatas adalah 206 cm. Bagian bawah tiang berbentuk empat persegi dan pada bagian kaki terdapat umpak berukuran 85 x 85 cm dengan ketinggian 16 cm dari lantai. Tiang bagian atas berbentuk lingkaran, yang semakin ke atas semakin mengecil dan pada bagian atas terdapat susunan pelipit. Selain tiang utama, terdapat tiga buah tiang semu yang menempel pada dinding bagian barat. Tiang semu ini membentuk dua buah relung atau lingkaran di atasnya. Pada lengkungan terdapat hiasan kaligrafi dengan kalimat syahadat. Bagian atas tiang ini dihiasi pelipit, bagian tengah terdapat hiasan garis vertikal. Mihrab terletak di bagian barat ruang utama yaitu di dalam relung sebelah kanan berukuran 1.15 x 1.5 m dengan tinggi 2.1 m, sedangkan di dalam relung sebelah kiri terdapat mimbar yang terbuat dari beton dengan tiga anak tangga. Pada dinding belakang mimbar dan mihrab bagian tengahnya dihiasi dengan bentuk kelopak buang dan diatasnya terdapat ventilasi udara berukuran 33 x 53 cm.

Di sebelah timur bangunan masjid terdapat bangunan tambahan berbentuk persegi dan tidak memiliki dinding. Permukaan bangunan ini dibuat lebih tinggi sekitar 80 cm dan untuk memasuki ruangannya terdapat empat buah anak tangga di sisi barat, lantai pada bangunan ini terbuat dari ubin. Atap pada bangunan ini disangga dengan 12 tiang pada keempat sisinya. Atap bangunan berbentuk tumpang yang dilapisi genteng. Bangunan ini biasanya dipergunakan untuk pengajian. Di sebelah tenggara terdapat bangunan kecil berukuran 2 x 3 m yang berfungsi sebagai WC.


Penutup

            Masjid Al-Alam Marunda merupakan bukti perkembangan Islam di Jakarta, meskipun terdapat berbagai versi sejarah yang beredar pada masyarakat. Masjid ini ramai dikunjungi oleh penduduk sekitar ataupun orang dari luar daerah, karena masjid ini memiliki daya tarik tersendiri tentang mitos pendirian yang beredar, sebagian masyarakat juga meyakini bahwa air pada sumur di masjid ini memiliki khasiat menyembuhkan penyakit. Jika lebih diperhatikan lagi masjid berumur ratusan ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata religi di kota Jakarta, karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Daftar Pustaka

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999, MASJID KUNO INDONESIA.

Zein, Abdul Baqir,1999, Masjid-masjid bersejarah di Indonesia.

Anandita Ayudya., Anasthasia R Y Sadrach., 2009, 99 tempat Liburan akhir pekan di pulau Jawa dan Madura.

Shahab, Alwi, MARUNDA MARKAS BALATENTARA ISLAM, http://himpunan-aidid.org/?load=baca_artikel.php&bid=16

Pardede, Dora, 2011, Mesjid Al-Alam, Saksi Bisu Perjalanan Sejarah Ibukota Jakarta, http://www.kompasiana.com/dorapardede/mesjid-al-alam-saksi-bisu-perjalanan-sejarah-ibukota-jakarta_550eca2fa33311ad2dba81d7

http://www.rumahruqyah.com/2015/05/masjid-al-alam-ii-dibangun-secara-ghaib.html?m=1

http://jakartapedia.bpadjakarta.net/index.php/Masjid_Al_Alam


Sebenarnya saya memiliki beberapa foto Masjid Al-Alam Marunda yang saya dapat dari ebook yang beredar di internet. Jika anda ingin melihatnya bisa kontak saya.

Contoh lembar tugas mandiri MPKTA

Sekitar dua minggu yang lalu saya dapat tugas untuk merangkum salah satu bab dari buku karya Bagus Takwin dkk, ya harusnya hanya rangkuman biasa namun saya salah mengintrepertasikan tugas tersebut dan jadilah saya membuat lembar tugas mandiri.

Karena saya mengira tugasnya harus dibuat kebentuk LTM maka hal yang pertama saya lakukan adalah googling tentang LTM ini karena masih belum begitu paham, saya menemukan beberapa blog yang menyajikan LTM, setelah saya pelajari dengan seksama kemudian saya langsung membuat LTM sesuai dengan materi yang diberikan yang dapat kamu lihat dibawah ini.


LEMBAR TUGAS MANDIRI

Judul               : “Kekuatan dan Keutamaan Karakter”

Pengarang       : Bagus Takwin

Data Publikasi : Kekuatan dan Keutamaan Karakter, Filsafat, Logika, dan Etika, Bagus Takwin
dkk, 2015

Dalam hidup ini kita akan menemui berbagai manusia yang memiliki karakter berbeda, tidak jarang perbedaan karakter tersebut menimbulkan konflik dalam kehidupan kita. Seringkali juga kita menghakimi orang lain walaupun baru mengenalnya dalam waktu yang singkat padahal menurut ahli psikologi kita dapat memahami orang lain hanya jika keseluruhan hidup orang tersebut telah kita teliti, diamati, dan orang tersebut bersedia berkontribusi dalam proses penilaiannya sendiri. Pada artikel yang ditulis oleh Bagus Takwin yang berjudul “Kekuatan dan Keutamaan Karakter” akan diuraikan tentang pengertian karakter yang perlu kita pahami.

Pembentukan karakter merupakan hal yang penting dalam pendidikan karena tujuan pendidikan adalah pembentukan watak dan karater serta merupakan kunci dari kemajuan dan pembangunan bangsa. Untuk membentuk karakter yang kuat, orang perlu menjalani serangkaian proses pembelajaran. Karakter dapat diidentifikasi melalui pengenalan terhadap ciri-ciri keutamaan yang tampil dalam perilaku secara umum dari orang itu. Karakter dibedakan menjadi 3 yaitu keutamaan, kekuatan, dan tema situasional. Beberapa Kriteria dari karakter yang kuat yaitu, diwadahi oleh kerangka pikir yang ideal, tidak mengganggu dan menghambat orang lain, memberikan pembentukan kehidupan yang baik bagi diri sendiri dan lingkungannya. Terdapat 6 kategori keutamaan karakter yaitu, Kognitif: Kebijaksanaan dan Pengetahuan, Interpersonal: Kemanusiaan, Emosional: Kesatriaan, Kewarganegaraan: Berkeadilan, Menghadapi hal yang tak menyenangkan: Pengelolaan diri, Spiritiual: Transedensi.

Pembentukan Karakter ini dapat membantu kita menuju kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri ataupun lingkungan kita. Dengan memahami kekuatan dan keutamaan karakter, kita diharapkan dapat memaknai segala tindakan yang kita lakukan, mengetahui kekuatan tertinggi yang kita miliki sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal serta dapat digunakan untuk melayani suatu hal yang lebih besar dari diri sendiri. Jika pendidikan mengutamakan pembentukan karakter dalam proses pembelajaran, maka peserta didik dapat lebih bermanfaat lagi bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.


 

Saya sebenarnya masih tidak tahu apakah LTM tersebut sudah benar atau masih mempunyai kesalahan, karena hasil koreksi tugas tidak diumumkan dan tugas memang seharusnya hanya dibuat rangkuman bukan LTM jadi mungkin salah atau benar LTM yang saya  buat tidak terlalu dipermasalahkan. Namun menurut saya pribadi sih sudah sesuai karena paragraf pertama saya telah memberikan pendahuluan atau pembuka, pada paragraf kedua sudah saya uraikan dengan singkat materi yang ditentukan, kemudian pada paragraf ketiga berisi kesimpulan dari materi tersebut.

Ini dia 5 Repository terbuka tempat mencari referensi tulisan ilmiah

Kemarin saya lagi nyari referensi buat tugas museologi, googling sana sini malah dapet referensi yang bersumber dari salah satu institutional repository universitas di indonesia.Apa sih repository? sepenalaran saya institutional repository itu kaya suatu tempat pendataan / gudang tulisan ilmiah dari suatu universitas yang merupakan karya akademisi universitas tersebut.

Setelah referensi yang  saya cari sudah terkumpul saya malah jadi tertarik sama repository ini, saya browsing macem-macem tulisan ilmiah yang ada di situs repository itu, ada banyak tulisan ilmiah kaya seperti skripsi, jurnal, tesis, dan bahkan disertasi saat saya buka tulisan ilmiah itu yang ternyata tidak dikunci dan dapat diakses keseluruhan dokumen dengan lengkap saya bisa liat isi tulisan ilmiah itu. Saya browsing banyak kategori di situs itu, sudah cukup saya browsing saya malah penasaran sama domain repository, akhirnya saya iseng nyari repository univ lain di google karena kemungkinan besar kalau memakai domain repository pasti ke index sama google dengan keyword yang sama dengan domain, hasilnya saya dapat banyak situs repository berbagai universitas di indonesia, beberapa ada yang bisa diakses dan dibuka langsung file lengkapnya dan ada juga yanng harus login dulu.

Nah, saya bakal ngeshare 5 situs institutional repository terbuka. Disini kamu bisa cari banyak tulisan ilmiah yang bisa diakses serta didownload untuk dijadikan bahan referensi tugas-tugas kamu.

  1. http://repository.uinjkt.ac.id – Repository Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  2. http://repository.usu.ac.id/ – Repository Universitas Sumatera Utara
  3. http://repository.unhas.ac.id – Repository Universitas Hasanuddin
  4. http://eprints.uny.ac.id – Repository Universitas Negeri Yogyakarta
  5. http://lib.unnes.ac.id – Repository Universitas Negeri Semarang

Situs repository yang pertama kali saya temukan yaitu http://repository.usu.ac.id/ yang merupakan situs repository terbuka milik universitas sumatera utara, mungkin kalau yang saya temukan pertama situs repository tertutup mungkin saya akan berfikiran bahwa semua situs repository tertutup dan tidak dapat diakses dengan bebas. Semoga kamu dapat menemukan referensi yang cocok untuk tugas kamu dari situs repository yang saya share diatas.