Kenapa Kita Harus Membayar Sejumlah Biaya Untuk Mempunyai Sebuah Domain?

Sedikit tergelitik ketika saya melihat sebuah pertanyaan kenapa kita perlu membayar biaya untuk mempunyai sebuah domain pada halaman komentar fanspage salah satu provider hosting dan domain. Pertanyaan itu mungkin terlihat sedikit awam, namun jika ditelaah merupakan suatu pertanyaan yang memiliki jawaban yang dalam. Bagi orang yang belum mengerti juga pasti kebingungan kenapa kita harus membayar sebuah ‘nama’ untuk website kita. Kenapa domain enggak gratis? Bukankah itu hanya sebuah ‘nama’, beda dengan hosting yang mungkin lebih mudah dipahami kenapa perlu dikeluarkan biaya karena diperlukan biaya untuk merawat server dan sebagainya. Saya sendiri sebelum membuat tulisan ini sedikit bingung bagaimana cara menjelaskan kenapa domain perlu biaya dengan mudah. Akhirnya saya melakukan sedikit gugling tetapi belum menemukan artikel yang menjelaskan tentang hal ini, ketika saya gugling dengan keyword ‘kenapa domain harus bayar’ yang keluar malah artikel tentang pengertian domain, keunggulan menggunakan domain tertentu, dan halaman dari beberapa provider hosting. Namun ketika menggunakan keyword bahasa inggris saya menemukan beberapa situs yang tepat dan bisa dijadikan referensi untuk tulisan ini. Tentu saja domain yang saya maksud disini adalah domain TLD .com dan lainnya yang berbayar bukan domain gratis seperti .tk.

contoh domain mujazmi impor barang cina

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, alamat server tempat hosting sebuah website dapat diakses dengan IP Address yang berupa angka-angka, namun hal itu tentu menyulitkan orang untuk mengingatnya, oleh karena itu diperlukan nama domain sebagai identitas dari IP Address tersebut. Kita perlu membayar jika ingin mempunyai sebuah nama domain. Ketika kita membayar untuk memiliki sebuah domain, sebenarnya kita bukan membeli melainkan hanya menyewa, itulah kenapa biaya domain ini perlu di bayar setiap tahun bukan sekali bayar. Penyewaan tersebut tidak bersifat permanen jadi ketika kamu sudah tidak ingin menggunakan nama domain tersebut maka domain itu tidak perlu diperpanjang sehingga akan terhapus dan akan tersedia kembali untuk digunakan dalam beberapa waktu.

Kenapa perlu bayar biaya domain_

Secara sederhana, biaya sewa untuk domain digunakan untuk mengelola sistem penamaan domain. Ada 4 pihak yang terlibat dalam pembuatan nama domain yaitu pihak ICANN, registry, registrar, dan registrant. Registrant bisa jadi kamu selaku pihak yang akan mendaftar nama domain untuk periode tertentu. Registrar adalah pihak yang menyewakan nama domain TLD seperti .net .com .org .info dan sebagainya. Registry adalah pihak yang mengelola TLD dan perlu diakreditasi oleh ICANN untuk dapat menjual TLD yang mereka kelola, contoh pihak ini adalah veriSign yang merupakan registry untuk domain TLD .com dan .net. ICANN adalah badan / organisasi yang bertanggung jawab untuk mengelola proses hingga regulasi sistem penamaan domain. Kenapa perlu mendaftar kepada mereka? Kenapa tidak bisa membuat sendiri dengan gratis dan tanpa biaya? Tentu kita tidak bisa membuat sendiri nama domain yang dapat diakses secara publik karena sudah ada organisasi / badan yang mengatur penamaan domain tersebut yaitu ICANN. Organisasi tersebut tentu diperlukan untuk menghindari banyak klaim atas suatu nama domain oleh berbagai pihak. Bayangkan jika kamu bebas membuat nama domain, gratis dan tanpa biaya, tentu akan banyak yang menggunakan nama yang sama. Jadi biaya yang kita bayarkan untuk sebuah nama domain selain untuk biaya klaim juga untuk operasional pihak-pihak yang mengatur proses dan regulasi penamaan domain tersebut karena diperlukan biaya untuk peralatan, server, sumber daya manusia dan sebagainya.

Reference
http://webmasters.stackexchange.com/questions/6528/why-do-we-have-to-pay-for-a-domain-name
http://blog.domainname.com/why-arent-domains-free/
Featured Image edited from freepik.com

Tutorial – Cara Memindahkan Website WordPress Migrasi dari Localhost ke Live Hosting

Sebuah website sebelum tampil live di internet biasanya dikembangkan dulu di PC pengembang melalui localhost. Jika website dirasa sudah siap untuk ditampilkan ke khalayak umum, maka akan dilakukan pemindahan / migrasi file website dari localhost ke live hosting. Pada Tutorial kali ini saya akan membimbing kamu agar bisa memindahkan file website wordpress dari localhost ke hosting. Saya anjurkan sebelum mengikuti tutorial ini, kamu sudah mengetahui cara Install WordPress di Localhost, agar lebih mudah memahaminya. Metode yang saya berikan ini hanya merupakan salah satu metode dari sekian banyak metode yang dapat kamu pakai untuk melakukan pemindahan website WordPress. Website WordPress yang terinstall pada localhost di tutorial kali ini menggunakan Software XAMPP sebagai platform Localhost.

Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah mengarsipkan folder website wordpress kamu yang terinstall di localhost ke dalam file berekstensi “.zip”. Folder website kamu dapat dilihat pada direktori C:\xampp\htdocs\”nama folder website”. Nama folder website merupakan nama folder saat kamu pertama kali menaruh file website wordpress kamu. Saya asumsikan kamu telah mengikuti tutorial cara Install WordPress di Localhost, yang saya buat pada website ini, maka nama folder yang kamu gunakan adalah “wordpress”. Seleksi semua file yang ada dalam folder tersebut, klik kanan drag pointer ke arah “send to”, pilih compressed zip folder. Tunggu beberapa saat, jika sudah selesai kamu dapat memberikan nama apapun untuk file tersebut, namun pada tutorial kali ini kita akan memberi nama file tersebut wordpress.zip

1

2

Langkah selanjutnya yaitu mengekspor database yang digunakan website wordpress kamu di localhost, agar bisa diimpor ke hosting. Ekspor database dapat dilakukan melalui phpMyAdmin, kamu bisa membukanya melalui browser dengan mengakses alamat localhost/phpmyadmin, sebelum mengakses phpMyAdmin pastikan kamu telah memulai layanan dari XAMPP yaitu Apache dan MySQL. Setelah masuk ke halaman phpMyAdmin, pilih database yang kamu gunakan, jika mengacu pada tutorial cara Install WordPress di Localhost, maka database yang digunakan adalah database dengan nama wordpress, klik database tersebut, pilih tab export.

3

Jika halaman tab export telah terbuka, akan terdapat pilihan Export Method dan Format. Pada Export Method pilih saja Quick dan pada Format pilih SQL. Kemudian klik tombol go, save file tersebut ke tempat yang kamu kehendaki. Saran saya simpan database ini ke dalam satu folder bersama file wordpress yang sebelumnya telah kamu kompres ke dalam bentuk zip.

5

Langkah berikutnya dapat kamu awali dengan membuka browser, masuk ke alamat Cpanel website kamu, dan lakukan login. Setelah login, pilih menu MySQL Databases. Buat Database baru, saya menggunakan nama database bumiwebs_wordpress.

6 7

Jika sudah berhasil maka anda akan berada di halaman yang berisi keterangan bahwa database baru telah sukses ditambahkan, klik go back. Lalu scroll kebawah dan tambahkan user MySQL baru yang akan digunakan untuk mengakses database yang baru saja kita buat. Isikan username dan password terserah anda, disini saya menggunakan username bumiwebs_wpadm. Buat passwordnya hingga memiliki strength lebih dari 40 point. Klik tombol create user. Keterangan sukses akan muncul, klik saja go back.

8

Scroll lagi halaman ke bawah, terdapat bagian “Add User To Database”. Pilih User dan Database yang baru saja kita buat tadi. Klik Add. Akan muncul halaman tentang hak akses yang diberikan terhadap user kepada database. Centang “All Privileges”. Klik tombol Make changes.

9

10

Database sudah dibuat langkah selanjutnya adalah kembali ke halaman utama Cpanel, bisa dilakukan dengan cara klik logo yang ada dibagian atas kanan, default logonya adalah cpanel, namun biasanya ada beberapa provider hosting yang menggantikan dengan logo mereka. Klik logo tersebut maka kamu akan menuju halaman utama Cpanel. Pilih File manager.

11

Instalasi wordpress dari localhost akan saya lakukan pada subdomain wp.domainsaya.com, jika kamu mau melakukan pada domainkamu.com, kamu dapat masuk ke folder public_html dan melakukan instalasi disitu, cara instalasinya sama saja dengan yang saya berikan disini. Jika sudah berada di dalam folder public_html, Klik Upload.

12

Drag file wordpress yang telah kamu compress menjadi wordpress.zip ke kotak yang tersedia, cara lainnya bisa juga dibuka melalui select file dan pilih file wordpress yg telah tercompress, kemudian tekan enter. Setelah melakukan salah satu langkah tersebut maka file kamu akan terupload.

13

Jika loading bar upload sudah 100% dan berwarna hijau berarti proses upload telah selesai, kemudian klik tombol go back untuk kembali ke file manager.

14

Jika belum terdapat file wordpress.zip, kamu bisa mencoba reload file manager kamu. Setelah file wordpress.zip terlihat klik kanan pada file tersebut, pilih extract. Akan muncul popup lagi, langsung saja klik extract. Selanjutnya akan muncul popup extraction result, close popup tersebut.

15

Kalau file-file wordpressnya belum muncul bisa klik tombol reload lagi. Jika sudah muncul, kamu bisa menghapus file wordpress.zip yang sebelumnya dengan mengklik kanan pada file tersebut dan pilih delete, akan muncul popup lagi klik saja confirm. Kemudian kamu harus mengatur ulang konfigurasi database dan mengimpor database yang lama dari local host, hal tersebut dapat dilakukan melalui phpmyadmin, untuk membuka phpmyadmin, pertama-tama kamu harus kembali lagi ke halaman utama CPanel dengan mengklik logo CPanel di pojok kanan atas halaman file manager.

16

Pada halaman utama CPanel, klik logo phpmyadmin. Tunggu beberapa saat hingga masuk ke dalam phpmyadmin. Jika sudah masuk ke halaman phpmyadmin, klik tombol databases. Pada halaman databases, pilih databases  yang telah kita buat sebelumnya, yaitu bumiwebs_wordpress. Selanjutnya klik tombol import.

17

Di halaman import, klik browse pilih database localhost yang telah kamu ekspor ke dalam bentuk file sql. Jika sudah, klik tombol go untuk mengimpor file sql tersebut. Tunggu beberapa saat hingga muncul keterangan bahwa file anda telah sukses terimpor, kemudian kamu bisa kembali lagi ke halaman utama CPanel.

19

Jika kamu buka website kamu sekarang maka akan terdapat keteragan error, hal ini terjadi karena file wp-config.php belum di konfigurasi ulang sesuai database yang baru. Maka langkah selanjutna tentu adalah mengatur konfigurasi pada wp-config.php melalu code editor yang terdapat di file manager. Masuk kembali ke halaman File Manager. Klik kanan pada file wp-config.php pilih code edit, akan muncul popup, klik saja edit. Kemudian muncul tab code editor pada browser anda, klik tab tersebut.

21

Sesuaikan Nama database, user dan password dengan yang anda gunakan pada website ini, pada tutorial ini saya membuat nama database, user dan password sesuai keinginan saya sendiri yang telah saya buat sebelumnya, namun penamaan ini dapat anda buat  terserah anda. Karena saya sebelumnya telah membuat nama database bumiwebs_wordpress, nama user bumiwebs_adm, dan password wpadm2016, maka saya sesuaikan nama tersebut pada file wp-config.php melalui code editor seperti dibawah ini. Jika telah disesuaikan klik save changes.

22

Setelah melakukan hal diatas maka website kamu telah dapat diakses melalui internet! Namun masih ada hal lain yang perlu diatur lagi yaitu link yang terdapat pada website kamu. Jika kamu coba menghover title website kamu maka akan tampak jelas bahwa link pada title tersebut masih mengarahkan kamu ke localhost. Untuk mengganti hal tersebut kita bisa mengubahnya di database melalui phpmyadmin. Masuk lagi ke phpmyadmin, masuk ke database yang kamu gunakan untuk website wordpress kamu. klik tombol sql.

23

25

Masukkan kode dibawah ini seperti gambar diatas lalu klik tombol go.

UPDATE w1p_options SET option_value=replace(option_value,'localhost/wordpress','domainkamu.com');
UPDATE w1p_posts SET guid = replace(guid, 'localhost/wordpress','domainkamu.com');
UPDATE w1p_posts SET post_content = replace(post_content, 'localhost/wordpress', 'domainkamu.com');
UPDATE w1p_postmeta SET meta_value = replace(meta_value, 'localhost/wordpress','domainkamu.com');
UPDATE w1p_options SET option_value = replace(option_value, 'localhost/wordpress','domainkamu.com');

Pada kode diatas karena saya menggunakan table prefix w1p maka juga harus saya sesuaikan seperti itu. Default tabe prefix dari wordpress adalah wp. Yang perlu diperhatikan sekali lagi nama-nama diatas dapat kamu atur sendiri tidak harus sama seperti yang saya contohkan dan juga jangan lupa untuk menyesuaikannya.

Selamat! Kamu telah berhasil menyelesaikan tutorial ini dan mengetahui Cara Memindahkan Website WordPress Migrasi dari Localhost ke Live Hosting 😀