Pengalaman diterima kuliah di Universitas Indonesia dari anak FIB UI

Semester 8 sudah terlewati. Jika saya mengikuti kuliah dengan wajar pada semester 8 ini harusnya sudah mencapai tahap akhir. Sejauh ini sudah ada 3 orang yang lulus di semester ini pada program studi yang saya ambil yaitu Arkeologi di Kampus FIB UI. Pelan-pelan saya kembali menarik mundur ingatan ke masa awal perkuliahan. Satu waktu di tahun 2015 saya pernah membuat tulisan mengenai kuliah jurusan Arkeologi di Universitas Indonesia. Selain itu dulu ketika masa orientasi saya diminta untuk membuat satu narasi. Pengalaman diterima di UI diminta untuk dituangkan ke dalam bentuk narasi. “Memasuki Dunia Arkeologi” adalah judul dari narasi yang saya buat untuk memenuhi tugas orientasi. Samar-samar ingatan saya, mungkin ini diminta ketika sedang mengikuti Orientasi Kehidupan Kampus Universitas Indonesia atau yang biasa dikenal dengan singkatan OKK UI. Berdasarkan keterangan modified date tulisan ini terakhir diedit pada tanggal 2 agustus 2015.

Memasuki Dunia Arkeologi

Diterima di Universitas Indonesia merupakan suatu anugrah yang luar biasa dan prestasi yang membanggakan bagi saya. Teringat pada saat pertama kali saya menginjakkan kaki di Universitas Indonesia yaitu saat diadakannya UI Opendays 2015, ini adalah kali pertama saya mengunjungi PTN, saya kagum melihat betapa luasnya Universitas Indonesia dengan berbagai macam kehidupan di dalamnya. Sebelum pulang teman-teman saya mengabadikan momen didepan perpustakaan pusat UI, namun saya menolak untuk ikut bernarsis ria, karena menurut saya ini bukanlah waktu dan tempat yang tepat. Saya masih ingat salah satu teman saya mengatakan bahwa saya akan menyesal tidak berfoto di UI. Akan tetapi pendapat tersebut langsung saya sanggah, kurang lebih saya mengatakan bahwa nanti juga saya akan kembali dan sering ke UI. Selanjutnya teman saya meragukan kepercayaan diri saya, saya hanya membalasnya dengan sedikit tertawa. Dalam benak saya, kelak saya pasti akan jadi bagian dari mereka, Mahasiswa UI.

Waktu pun terus berjalan, hingga pada hari pengumuman SBMPTN pun tiba. Saya sangat bangga dengan hasilnya, yang menyatakan bahwa saya diterima di Universitas Indonesia program studi Arkeologi Indonesia. Arkeologi merupakan pilihan kedua saya saat SBMPTN, saya memilihnya karena saya memiliki sedikit ketertarikan dengan sejarah Indonesia. Indonesia memiliki banyak sejarah kehidupan yang belum terungkap. Hal tersebut merupakan suatu tantangan yang ingin saya selesaikan. 

Walaupun saya masih sangat awam dengan Arkeologi, saya yakin dapat mempelajarinya dengan baik dan benar. Mengungkap sejarah yang belum terungkap, Melestarikan kebudayaan, Meneliti benda –benda purbakala, itulah sebagian pikiran saya tentang Arkeologi saat ini. Target saya adalah lulus sarjana tepat waktu dengan IPK diatas 3.20 kemudian melanjutkan ke program pascasarjana Arkeologi dengan peminatan Arkeologi Prasejarah.

Meskipun kuliah jurusan Arkeologi, saya memiliki minat yang besar terhadap kewirausahaan, pemasaran, dan IT khususnya pengembangan Website. Saya juga memiliki  pengalaman dibidang kewirausahaan , dan hingga saat esai ini ditulis saya masih bekerja sebagai website developer di sebuah toko ritel online yaitu toko49.com. Namun saya sangat minim pengalaman dalam organisasi. Oleh karena itu saya ingin bergabung dan mengikuti organisasi yang ada di Universitas Indonesia, agar dapat meningkatkan kemampuan, menambahkan relasi dan menjalin silaturahmi dengan mahasiswa UI lainnya.

Saya berharap dapat berkolaborasi membangun suatu usaha dengan sahabat mahasiswa UI lainnya, serta mengikuti organisasi yang berhubungan dengan kewirausahaan dan IT  dan ikut berkontribusi didalamnya. Membuat suatu aplikasi yang dapat memberikan pengetahuan lebih lanjut tentang Arkeologi Indonesia merupakan salah satu keinginan saya.

Mencari, Menemukan, Meneliti, dan  Mengungkap sejarah baru, serta ikut melestarikan kebudayaan adalah cita – cita saya selama dan setelah menempuh pendidikan jurusan Arkeologi di Universitas Indonesia.

Dunia Arkeologi memang sangat baru bagi saya, dan masih banyak masyarakat yang belum sadar betapa luasnya dunia Arkeologi sehingga dipandang sebelah mata. Keraguan mereka tidaklah berarti bagi diri saya, kelak saya akan menunjukkan kepada mereka bahwa saya mampu berprestasi di dunia Arkeologi. 

1440442671036

___________

Hingga hari ini saya cukup menikmati kuliah sebagai mahasiswa arkeologi yang begitu asyik. Beberapa hari ke depan tulisan ini sudah empat tahun. Sedikit mengulas tulisan saya diatas. Gagasan dalam tulisan belum sepenuhnya tercapai dan beberapa ada yang berubah. Walaupun ada beberapa gagasan yang pelaksanaannya berubah namun secara prinsip masih sesuai. Contoh gagasan yang berubah adalah mengenai keinginan saya untuk aktif di organisasi kewirausahaan dan IT. Kenyataan ya ng terjadi hingga tulisan ini dibuat saya aktif dalam organisasi intra kampus yang banyak bergerak di bidang kegiatan alam bebas, pelestarian lingkungan dan pengabdian masyarakat.

Satu gagasan lain yang cukup relatif mengenai waktu kelulusan. Pada tulisan saya menyampaikan bahwa saya mempunyai target untuk lulus tepat waktu. Tepat waktu pada tulisan dibandingkan dengan kondisi saat ini menimbulkan sedikit pertanyaan untuk saya. Apa yang saya pikirkan ketika menulis “tepat waktu” dulu ya?

 

Belajar navigasi darat dalam perjalanan menuju puncak pasir geger bentang

Di malam hari yang gelap setelah selesai merakit tenda saya mencoba menerka-nerka dimana posisi saya berdiri dengan bantuan peta dan kompas, kebetulan disekitar situ ada sungai yang langsung saya jadikan objek azimuth. Setelah itu saya langsung membuka peta dan menggunakan bantuan protaktor untuk mencari sungai yang sekiranya cocok sudutnya dengan azimuth yang sebelumnya sudah diukur. Tidak sulit untuk mengetahui dimana letak saya berada sekarang karena medannya jelas terdapat jembatan dan sungai yang berbelok. Kenyataannya di pagi hari saat berdiskusi dengan mentor, posisi yang saya plot dalam peta sebagai lokasi sekarang itu merupakan sebuah kesalahan. Ternyata jembatan kecil yang saya maksud tidak ada dalam peta dan bentukan sungai telah dipengaruhi campur tangan manusia sehingga berbeda dengan yang ada dalam peta, mungkin juga perbedaan itu terjadi karena saya masih menggunakan peta terbitan tahun 1998.

Setelah badan dipanaskan, kami bersiap untuk memulai perjalanan. Sebelum memulai kami diminta untuk mengikuti mentor, menelusuri jalanan setapak hingga tiba di punggungan pada perkebenunan teh, disana kami diminta untuk mencari tahu koordinat posisi kita berada. Lama kami mencari namun tidak ada yang mengetahui hingga akhirnya mentor memberitahukan dimana kita sebenanya dan kemudian kembali menuju basecamp. Di basecamp kami mendapatkan briefing lagi dari mentor tentang perjalanan ini. Selanjutnya kami lanjut menuju Checkpoint pertama yang merupakan tanggung jawab kelompok saya untuk menunjukkan jalan kesana. Singkat cerita saya dan teman-teman bingung apakah Checkpoint yang saya tuju adalah benar, kami beberapa kali berputar di jalan yang sama akibat keraguan saya yang pada saat perjalanan ini ditunjuk sebagai penanggung jawab navigasi kelompok. Akhirnya ketika sampai di mulut sebuah punggungan, saya yakin bahwa punggungan itu lah jalan masuk kami dan merupakan checkpoint pertama, saya naik untuk memastikan dan melakukan orientasi medan, namun ternyata setelah saya turun dan ingin memberithaukan jalur tersebut, panitia baru memberitahukan bahwa kami sebenarnya disuruh mencari kertas pertanda checkpoint, saya kemudian bbingung karena di jalur tersebut tidak tampak kertas apapun. Cukup banyak waktu berlalu hingga diputuskan untuk melnjutkan pergi ke checkpoint selanjutnya.

Kami melaju dari satu checkpoint ke checkpoint lainnya yang sebenarnya adalah jalur untuk menuju ke gegerbentang. Tiap checkpoint mempunyai karakteristik tersendiri, misalnya checkpoint saya berada di mulut punggungan, checkpoint terahir berada di puncak dan lain lain. Setiap kelompok menemukan checkpoint mereka hingga sampai di checkpoint 4 kami beristirahat dan memasang tenda. Malamnya dilakukan evaluasi perjalanan, beberapa dari kami ada yang kehilangan peralatannya seperti protaktor, kompas ataupun peta yang rusak. Mentor dan Panitia kemudian memberitahu kami bahwa peralatan tersebut itu sangat penting dan sudah seharusnya kita jaga dengan benar karena jika kita sendiri dan tersesat sementara tidak membawa peralatan navigasi maka kecil kemungkinan kita akan selamat, dapat dianalogikan perlatan navigasi ini adalah nyawa kita.

Suara-suara telah terdengar, fajar telah tiba memaksa kami yang sedang terlelap untuk bangun dengan dingin yang menusuk itu. bersiap kami merpikan tenda dan memasak makanan untuk pagi dan siang hari nanti. Jam 8 kita baru mulai bergerak lagi untuk menuju checkpoint 5, checkpoint 5 merupakan tanggung jawab gabungan antara kelompok saya dengan kelompok 2. Posisi kelompok 2 berada di paling depan sementara kami di belakang mereka. Kami berhenti ketika menemukan punggungan yang menurut kami adalah punggungan CP5 namun jika dicocokkan azimuth dengan catatan pada route card yang saya miliki, sudutnya tidak sama. Hal itu membuat saya tidak yakin bahwa itu adalah punggungan yang terdapar pada peta. Orientasi medan kemudian dilakukan, saya ditemani salah satu mentor dan beberapa teman menyusur lurus ke depan menanjak dan mencari punggungan CP5. Cukup jauh dari lokasi sebelumnya saya menenmukan punggungan yang sudutnya sesuai dengan route card dan ternyata teman saya sudah ada yang turun di punggungan tersebut. Jika dilihat pada peta memang kitaharus turun 3 kontur atau kira-kira sekitar 30 meter ke bawah. Waktu yang sudah cukup sempit saat kita berada disini membuat pencarian tidak maksimal. Dengan terpaksa kami harus melanjutkan perjalanan dan kelompok saya kembali tidak menemukan checkpoint.

perjalanan-2_5414_compressed

Karena hanya kelompok saya yang belum menemukan checkpoint akhirnya diputuskan bahwa kelompok kami diberi kesempatan memandu menuju CP6. Saya kemmudian sedikit mendapatkan asa, karena jika dilihat dari peta CP6 berada di puncak geger bentang dan dalam fikiran saya pasti mudah menemukannya. Kami berjalan terus mengikuti jalur yang sudah ada hanya saja vegetasi yang rapat membuat carrier saya beberapa kali tersangkut pada ranting berduri. Semakin lama trek yang kami lalui semakin ekstrim, dilihat dari kecuramannya ataupun medan yang dilalui. Setelah melewati tanjakan yang cukup curam akhirnya kita sampai di daerah landai yang lebih luas dibanding area landai sebelumnya, disana juga terdapat patok. Setelah mengamati dengan cepat saya memutuskan untuk menanggalkan carrier dan terus maju melakukan orientasi medan, tidak lama teman saya muncul ikut menyusuri igir-igir ini, setelah cukup jauh saya merasa bahwa tidak ada lagi daerah landai yang cukup luas dan seharusnya temppat tadi adalah puncaknya, maka saya memutuskan untuk kembali ke tempat tadi.

Tiba di tempat tadi, saya lihat mentor dan panitia telah memasang flysheet membuat keyakinan saya semakin besa bahwa memang sebenarnya kita telah tiba di puncak pasir gegerbentang, tapi kenapa saya belum menemukan kertas checkpointnya? apakah saya kembali gagal menemukan kertaas tersebut? panik kembali melanda diri saya, rasanya benar-benar kecewa. Mentor kemudian kembali memberikan instruksi untuk mengecek kembali area landai di belakang dan ternyata disana sudah ada teman saya yang lain dan sudah mengetahui lokasi kertas CP tersebut, saya langsung mengambilnya dan membawanya dengan penuh kebahagiaan. Senang sekali memang rasanya, bukan karena kertasnya, namun lebih karena mengingat bagaimana proses menemukan kertas ini, ditengah keputus asaan dan kebimbangan saya memilih untuk tidak menyerah dan pada akhirnya menemukan kertas tersebut.

perjalanan-2_5998_compressed

Tuan Guru Zainul Majdi, Sosok Pemimpin Muslim dari Nusa Tenggara Barat

Saya mendapatkan banyak ilmu saat menghadiri talkshow oleh zainul majdi seorang gubernur NTB atau yang biasa disebut juga dengan tuan guru. Sedikit bercerita tentang tuan guru, ia telah berhasil membawa banyak kemajuan yang cukup signifikan dalam perkembangan NTB utamanya dalam bidang pariwisata. Beliau sudah menjabat sebagai gubernur selama 8 tahun dari umurnya 36 tahun hingga sekarang. Perlu diketahui bahwa beliau merupakan seorang tahfidz quran dan telah mengenyam pendidikan dari S1 hingga S3 di Cairo. Banyak pengalaman yang beliau ceritakan semasa dia menjabat sebagai gubernur. Lucunya pada saat sesi pertanyaan talkshow ini banyak orang2 yang berasal dari NTB menanyakan hal2 mengenai NTB, maka setelah 2 pertanyaan tentang NTB, saat sesi pertanyaan berikutnya tuan guru meminta orang yang mengajukan pertanyaan bukan yang berasal dari NTB karena hal itu bisa disampaikan nanti saja ketika di rumah, mungkin di NTB maksudnya.

Saat ditanyakan dengan berbagai prestasinya sebagai gubernur, beliau dengan segala kerendahan hatinya menjawab semua ini adalah pekerjaan dari seluruh masyarakat NTB. Beliau bercerita pernah suatu ketika beliau sedang berdiskusi dengan tuan guru yang sedang dikumpulkan dalam sebuah pertemuan, salah satunya meminta beliau agar turis tidak boleh mengenakan pakaian yang memperlihatkan aurat di pantai2 NTB atau lebih baik ditutup saja untuk turis jika demikian, sementara padahal pariwissata yang menarik bagi turis adalah pantai2 NTB utamanya lombok. Tentu saja permintaan itu bagi kita mungkin sulit untuk dipenuhi, mengingat lombok merupakan tempat wisata terkenal bagi turiss-turis asing yang kebanyakan non-muslim. Namun, siapa sangka ternyata tuan guru menyikapi permintaan ini dengan baik, ia sadar bahwa pantai tersebut mempunyai potensi yang sangat besar di bidang pariwisata, sehingga tidak mungkin baginya untuk menutupnya, akhirnya ia membuat satu tempat pariwisata baru yang dia sebut dengan halal tourism. Halal tourism adalah tempat atau mungkin pantai dimana pengunjungnya menutup aurat. Beliau melakukan hal tersebut dengan harapan bahwa pemain bisnis dan wisatawan di sektor pariwisata konvensional akan beralih ke sektor pariwisata halal, sehingga ia tidak langsung menghilangkan yang konvensional tersebut namun dengan membuat sektor halal, ia telah memperlambat bahkan mengurangi turis2 konvensional. Maka itu ia menganjurkan bagi kita umat musllim untuk mengunjungi tempat wisata halal di NTB, agar menjadi lebih maju dan berkembang, hingga secara langsung membuat minat turis ataupun pelaku bisnis untuk pindah ke wisata halal.

Tuan guru menyampaikan bahwasanya pemimpin muslim itu diperlukan dalam memimpin pemerintahan di Indonesia, jika terdapat anggapan bahwa sebaiknya ulama tidak usah terjun ke politik karena ditakutkan akan terjebak birokrasi dan terpaksa melakukan hal2 yang tidak diinginkan, maka kata beliau kita harus memutarbalikkan anggapan tersebut, ulama harus terjun ke dunia politik karena hanya dari muslim sendiri lah yang tau akan kebutuhan ummatnya, dan mengenai birokrasi politik yang ada dalam pemerintahan, ulama diharapkan bisa memberikan warna yang berbeda dan berpegang teguh pada imannya. Bercerita tentang pemerintahan, pernah suatu ketika ia berkunjung ke DPR dalam suatu pertemuan dan disana dia mempresentasikan program pariwisata di NTB dan mendapat banyak pujian, namun pada saat penganggaran dana, NTB tidak diberikan dana sepeserpun untuk mengembangkan programnya. Lucu sekali melihat kenyataan tersebut, beliau menyampaikan bahwa beliau tidak melakukan hal2 yang bersifat tanda kutip dalam birokrasi pemerintahan ketika mempresentasikan programnya, sehingga hasilnya seperti yang saya sampaikan diatas.

Pada awal pemerintahannya di NTB beliau menyampaikan bahwa terdapat stigma atau anekdot negatif untuk masyarakatnya dari mereka sendiri. Bahwa menjadi masyarakat NTB adalah ‘Nasib tidak baik’ ataupun ‘Nanti Tuhan Bantu’ dan berbagai anekdot lainnya. Pernah suatu ketika ia ceramah kepada karyawannya tentang siksa neraka, namun jemaahnya terlihat mengantuk. Tetapi saat ia ceramah dan membahas soal mutasi, karyawannya terlihat tampak semangat dan antusias mendengarkan. Entah hal ini hanya bercandaan tuan guru atau memang benar adanya.
Dalam sesi pertanyaan terdapat hal yang penting disampaikan oleh tuan guru mengenai demokrasi dan pembentukan karakter sejak dini. Ada ulama yang beranggapan bahwa demokrasi itu haram, namun kemudian tuan guru sampaikan bahwa perbedaan pendapat sudah lumrah terjadi bahkan sejak zaman nabi, maka dikenal adanya toleransi. Jujur saja saya lupa apa saja yang ia sampaikan pada pembahasan demokrasi.

Selanjutnya pada saat ia menjawab pertanyaan yang berkaitan mengenai keluarga, ia sedikit menceritakan bagaimana orang tuanya mendidiknya, tuan guru dibesarkan dalam keluarga ulama, suatu malam ia dan saudara2nya pernah disuruh menghapal surat an naba. ia menyampaikan bahwa keluarga adalah fundamental dari setiap individu-individu. Keluarga dapat membangun suatu individu dan keluarga merupakan tatanan penting dalam pembentukan masyarakat.

Banyak hal yang mungkin tidak dapat saya sampaikan pada tulisan ini, dikarenakan saya tidak menggunakan catatan saat ia ceramah dan tulisan ini hanya berdasarkan ingatan saya, oleh karena itu banyak hal yang sekiranya saya ragu tidak saya masukkan pada tulisan ini. Menurut saya tuan guru merupakan sosok yang humoris, cerdas, dan tegas. Sekali lagi saya sampaikan jika terdapat kata atau kalimat yang salah dalam tulisan ini saya mohon maaf. Semoga kamu mendapatkan hikmah setelah membaca tulisan ini, wassalam.

Cara Meningkatkan Produktifitas Kerja

Terasa sekali bahwa pencapaian bulan juli di tahun ini sedikit timpang dengan pencapaian bulan juli tahun lalu, ketimpangan ini mungkin disebabkan berbagai macam faktor yang membedakan, contohnya tahun lalu saya masih berstatus sebagai karyawan yang sangat senang mendapatkan THR pertama kali, namun sekarang saya hanyalah seorang pengangguran yang kerjaannya tidur-tiduran nonton film, nonton ancient alien, nonton yutub dll dll yang kurang bermanfaat. Tentu kini hal itu saya sadari sangat merugikan bagi diri sendiri dan orang lain, seharusnya mungkin saya bisa meningkatkan skill atau memberikan manfaat untuk orang lain. Terlepas dari itu semua memang saya masih melakukan rutinitas sebagai seorang pedagang online dan akademisi yang sedang libur. Saya merasa produktifitas saya berkurang di bulan ini bahkan di tahun ini. Kalaupun produktifitas saya mungkin tidak menurun seperti yang saya pikirkan, namun suatu kepastian yang saya percaya bahwa jika ternyata ada peningkatan pada produktifitas kerja saya pasti sangat kecil. Bukan ingin menjadi orang yang tidak bersyukur, hasil apapun yang saya dapatkan selalu saya coba untuk syukuri, tapi peningkatan produktifitas kerja tentu diperlukan seiring umur kita bertambah. Oleh karena itu saya melakukan berbagai cara untuk memacu motivasi diri sebagai upaya peningkatan produktifitas kerja. Cara-cara ini merupakan opini pribadi hanya berdasarkan pengalaman saya tanpa dilandasi riset atau penelitian ilmiah dan sebagainya.

berdoa

Cara pertama yang harus dilakukan adalah berdoa. Sebagai seorang makhluk yang sadar akan kehadiran sang pencipta. Tentu ketika kita mempunyai keinginan terhadap apa yang ingin kita lakukan sebaiknya diawali dengan berdoa, karena hanya dengan kuasaNya kita dapat mewujudkan apa yang ingin kita lakukan. Bagi saya doa akan memberikan kekuatan tambahan ketika motivasi dalam diri kita sedang melemah.

bernyanyi

Cara kedua adalah bernyanyi. Bernyanyi merupakan salah satu metode untuk mengurangi tingkat tekanan dalam diri kita, bernyanyi tidak harus di tempat-tempat karaoke, setel saja lagu favorit dan gunakan aplikasi yang dapat menampilkan liriknya kemudian nyanyikan sesuka hati.

menulis

Cara ketiga adalah menulis. Seperti yang saya lakukan saat ini yaitu menulis artikel ini. Menulis bagi saya selain berguna untuk memotivasi diri juga merupakan kegiatan untuk memacu kreativitas. Menulis tidak harus terstruktur, menulis tidak harus dipublikasikan, menulislah apa adanya, yang penting kamu menulis apa yang ingin kamu tulis, jangan paksa diri kamu ketika motivasi sedang lemah untuk menulis hal-hal yang berat apalagi bersifat ilmiah. Tulis dengan media apa saja yang kamu inginkan, bisa diatas kertas, mengetik di komputer atau bahkan menggunakan mesin tik untuk mendapatkan sensasi yang berbeda.

jangkau

Cara  keempat adalah menjangkau orang-orang hebat. Hal yang pertama kali sering saya lakukan ketika membuka browser adalah membuka facebook. Facebook merupakan media termudah yang dapat digunakan untuk mengenal dan mengetahui berita-berita terbaru dari orang-orang hebat. Dalam facebook saya banyak berteman dengan orang-orang yang saya anggap hebat dari berbagai bidang. Memang saya tidak secara langsung mengenal mereka namun, umumnya saya sering menambahkan teman-teman yang ingin saya dapatkan ilmunya, misalnya saya menambahkan teman seorang musisi ataupun programmer, dengan melihat status yang mereka buat yang terkait dengan bidang yang mereka tekuni, saya mendapatkan sedikit ilmu secara tidak langsung tanpa harus bergelut di bidang mereka. Menjangkau orang hebat merupakan cara yang cukup ampuh, biasanya ketika saya sedang bermalas ria dan tiba2 melihat / membaca sesuatu yang menurut saya hebat, energi positif dari kehebatan itu terasa menular ke diri saya. Selain facebook tentu saja masih banyak media lainnya untuk menjangkau orang hebat seperti dengan mengikuti komunitas tertentu dan sebagainya.

berbagi manfaat

Cara kelima adalah menyebarkan manfaat. Menyebarkan ilmu, berbuat kebaikan, membantu sesama, berbagi merupakan cara-cara yang dapat kamu lakukan untuk menyebarkan manfaat. Dengan menyebarkan manfaat kamu akan menyadari betapa-berharganya-dirimu-dan-seharusnya-bisa-lebih-dari-sekedar-bermalas-malasan, kamu akan sadar bahwa sebenarnya kamu sangat merugi jika tidak menjadi figur yang produktif, dan yang lebih penting jika kamu menyebarkan manfaat kamu akan menyadari bahwa yang ada dalam dirimu itu entah itu ilmu, kemampuan dsb mempunyai kelebihan dibanding orang lain sehingga membuat kamu merasa lebih bersyukur.

Sebenarnya ada banyak cara lain yang dapat kamu lakukan selain cara yang saya sampaikan diatas. Saya sendiri tidak hanya terpaku pada cara-cara diatas. Adapun hasil yang akan kamu dapatkan tergantung dari seberapa besar kamu ingin meningkatkan produktifitas kerja. Jika sudah mencapai peningkatan yang kamu inginkan, jangan lupa untuk istirahat dan memberikan penghargaan kepada diri sendiri, perlu diingat kita bukan lah mesin, robot ataupun server yang dapat berkerja secara 24 jam, server pun pasti  ada maintainancenya, begitu juga dengan kita yang hanya seorang manusia, upayakanlah agar semuanya seimbang 🙂

 

Seluruh gambar diambil dari freepik.com dan flaticon.com dengan pengubahan seperlunya.

Menggunakan Analisis Persoalan Potensial Untuk Usaha Kecil Menengah

Usaha kecil menengah disadari atau tidak merupakan salah satu penopang perekonomian nasional. Setiap tahunnya banyak usaha kecil yang tumbuh dan di waktu yang bersamaan banyak juga usaha kecil menengah yang tumbang, k arena tidak diiringi dengan kemampuan yang matang oleh sang pemilik usaha tersebut seringkali usaha kecil itu stuck tidak mengalami pengembangan atau bahkan langsung mengalami kebangkrutan. Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang analisis persoalan potensial atau yang bisa kita singkat menjadi APP.

Langkah APP ini saya ketahui saat sedang membaca buku terbitan tahun 1986 karya B.N. Marbun S.H yang berjudul kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil yang baru saja saya pinjam hari ini dari perpustakaan. Sedikit mengulas tentang buku tersebut, terdapat banyak tulisan yang mengedepankan alasan dan  solusi dari permasalahan-permasalahan bagi perusahaan kecil di masa tersebut. Selain itu buku ini juga membahas apa saja sebenarnya masalah dari perusahaan kecil. Adapun langkah APP ini sangat menarik perhatian saya karena dapat membantu pengusaha kecil dalam mengetahui dan mengantisipasi apa saja permasalahan yang akan terjadi saat sedang merintis usaha.  Tulisan ini banyak yang saya ketik ulang dari buku tersebut dengan perubahan seperlunya dan penambahan opini pribadi.

Jika dikutip dari bukunya, langkah APP berpangkal dari pertanyaan kritis dan mendasar tentang kemungkinan lahirnya atau timbulnya persoalan yang akan menimpa bahkan mengagaglkan usaha kamu di masa depan. Dengan demikian kamu dapat memikirkan sejak awal untuk mengantisipasi, mengurangi, hingga menyingkirkan persoalan kalau ternyata muncul.

Berikut ini adalah langkah Analisis Persoalan Potensial menurut B.N. Marbun yaitu memajukan serangkaian pertanyaan yang tajam, kritis, hingga menyakitkan, kurang ajar dan di luar dugaan.  Dari pertanyaan tersebut kita dapat menilai merumuskan dan menganalisa kemungkinan timbulnya persoalan pada usaha kita dan mempersiapkan upaya serta langkah-langkah untuk mengatasinya.

Kita ambil contoh perusahaan pabrik topi yang ingin memperluas usahanya, apakah perusahaan tersebut mempunyai peluang untuk berkembang atau bahkan tidak akan mampu bertahan. Pertanyaan yang perlu diajukan adalah:

  1. Siapa pesaing kita? Bagaimana dengan usaha mereka dilihat dari sumber daya keuangan dan manusia serta jangkauan pasar mereka.
  2. Bagaimana kalau terdapat inovasi baru untuk menutup kepala dan orang-orang meninggalkan pemakaian topi?
  3. Bagaimana kalau muncul teknologi baru dalam pembuatan topi?
  4. Bagaimana mengahadapi penjualan topi dari luar negeri?
  5. Dan seterusnya

Pengusaha harus menganalisa pertanyaan dan menyiapkan jawaban dan dari hasil ini dapat disimpulkan apakah wajar (feasible) mengembangkan perusahaan topi miliknya. Apabila banyak jawaban negatif, maka harus dianalisa lebih lanjut fakta yang mungkin membantu atau menyiapkan langkah penyelamatan jika bahaya itu muncul. Apabila setelah melewati langkah APP dan pengembangan usaha masih dianggap wajar, maka langkah selanjutnya adalah untuk mengevaluasi diri sendiri dan situasi apakah kita mampu menghadapinya. Semakin pertanyaan yang kita buat, maka akan semakin mendalam analisa yang kita lakukan sehingga mendapatkan hasil yang terbaik sebagai persiapan menghadapi persoalan perusahaan di masa yang akan datang.

Analisis Persoalan Potensial ini harus dilakukan dengan jujur dan bertanggung jawab dan dapat dilakukan dengan bantuan ahli atau konsultan agar menghindari kekeliruan dan risiko karena kurangnya kemampuan dan pengalaman kamu. Dengan analisis serta perencanaan yang baik dan bertanggungjawab, kemungkinan keberhasilan menghadapi persoalan dalam mengembangkan usaha semakin besar.

Contoh lembar tugas mandiri MPKTA

Sekitar dua minggu yang lalu saya dapat tugas untuk merangkum salah satu bab dari buku karya Bagus Takwin dkk, ya harusnya hanya rangkuman biasa namun saya salah mengintrepertasikan tugas tersebut dan jadilah saya membuat lembar tugas mandiri.

Karena saya mengira tugasnya harus dibuat kebentuk LTM maka hal yang pertama saya lakukan adalah googling tentang LTM ini karena masih belum begitu paham, saya menemukan beberapa blog yang menyajikan LTM, setelah saya pelajari dengan seksama kemudian saya langsung membuat LTM sesuai dengan materi yang diberikan yang dapat kamu lihat dibawah ini.


LEMBAR TUGAS MANDIRI

Judul               : “Kekuatan dan Keutamaan Karakter”

Pengarang       : Bagus Takwin

Data Publikasi : Kekuatan dan Keutamaan Karakter, Filsafat, Logika, dan Etika, Bagus Takwin
dkk, 2015

Dalam hidup ini kita akan menemui berbagai manusia yang memiliki karakter berbeda, tidak jarang perbedaan karakter tersebut menimbulkan konflik dalam kehidupan kita. Seringkali juga kita menghakimi orang lain walaupun baru mengenalnya dalam waktu yang singkat padahal menurut ahli psikologi kita dapat memahami orang lain hanya jika keseluruhan hidup orang tersebut telah kita teliti, diamati, dan orang tersebut bersedia berkontribusi dalam proses penilaiannya sendiri. Pada artikel yang ditulis oleh Bagus Takwin yang berjudul “Kekuatan dan Keutamaan Karakter” akan diuraikan tentang pengertian karakter yang perlu kita pahami.

Pembentukan karakter merupakan hal yang penting dalam pendidikan karena tujuan pendidikan adalah pembentukan watak dan karater serta merupakan kunci dari kemajuan dan pembangunan bangsa. Untuk membentuk karakter yang kuat, orang perlu menjalani serangkaian proses pembelajaran. Karakter dapat diidentifikasi melalui pengenalan terhadap ciri-ciri keutamaan yang tampil dalam perilaku secara umum dari orang itu. Karakter dibedakan menjadi 3 yaitu keutamaan, kekuatan, dan tema situasional. Beberapa Kriteria dari karakter yang kuat yaitu, diwadahi oleh kerangka pikir yang ideal, tidak mengganggu dan menghambat orang lain, memberikan pembentukan kehidupan yang baik bagi diri sendiri dan lingkungannya. Terdapat 6 kategori keutamaan karakter yaitu, Kognitif: Kebijaksanaan dan Pengetahuan, Interpersonal: Kemanusiaan, Emosional: Kesatriaan, Kewarganegaraan: Berkeadilan, Menghadapi hal yang tak menyenangkan: Pengelolaan diri, Spiritiual: Transedensi.

Pembentukan Karakter ini dapat membantu kita menuju kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri ataupun lingkungan kita. Dengan memahami kekuatan dan keutamaan karakter, kita diharapkan dapat memaknai segala tindakan yang kita lakukan, mengetahui kekuatan tertinggi yang kita miliki sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal serta dapat digunakan untuk melayani suatu hal yang lebih besar dari diri sendiri. Jika pendidikan mengutamakan pembentukan karakter dalam proses pembelajaran, maka peserta didik dapat lebih bermanfaat lagi bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.


 

Saya sebenarnya masih tidak tahu apakah LTM tersebut sudah benar atau masih mempunyai kesalahan, karena hasil koreksi tugas tidak diumumkan dan tugas memang seharusnya hanya dibuat rangkuman bukan LTM jadi mungkin salah atau benar LTM yang saya  buat tidak terlalu dipermasalahkan. Namun menurut saya pribadi sih sudah sesuai karena paragraf pertama saya telah memberikan pendahuluan atau pembuka, pada paragraf kedua sudah saya uraikan dengan singkat materi yang ditentukan, kemudian pada paragraf ketiga berisi kesimpulan dari materi tersebut.