Mencoba membaca buku Camus, Mati Bahagia.

Bunyi-bunyi berisik petasan pada malam tahun baru kemarin sempat mengganggu ketika tidur. 2017 belom lama habis. Terlewati. Dusta kalau saya bilang itu tidak terasa dan terlewati begitu saja. Banyak hal yang saya lakukan di tahun 2017 diluar rencana bahkan niat sekalipun. Salah satunya mengenai genre buku yang saya baca. Tahun ini walaupun tidak banyak, Saya mencoba membaca buku roman, sastra dan filsafat. Tidak pernah saya sebelumnya punya niatan untuk membaca buku sastra.

Menurut saya buku yang paling pantas dibaca adalah buku bisnis, pengembangan diri ataupun teknologi. Membaca buku dengan genre-genre itu sangat bermanfaat karena dapat langsung diterapkan. Sementara jika membaca sastra, entah apa yang akan kamu dapatkan. Membacanya sebentar saja dulu sudah bikin bosan. Itu pikir saya. Dulu. Namun, 2017 saya mencoba membaca buku roman, karena ingin tahu saja. Tidak banyak buku yang saya tuntaskan tahun ini. Pada akhir tahun kemarin saya baru saja menyelesaikan membaca La Mort heureuse yang merupakan karya albert camus. Buku ini, pada beberapa tulisan banyak dikatakan sebagai anti-filsafat ada juga yang menyebutnya sebagai filsafat berbulu sastra. Jujur saja, saya belum terlalu paham mengenai hal ini. Saya membeli buku ini karena judulnya menarik dan setelah dicari info tentang penulisnya ia merupakan orang yang terkenal di bidang kesusasteraan. Judulnya dalam bahasa Indonesia yaitu Mati Bahagia

Mati bahagia. Itulah judul buku ini dalam bahasa Indonesia. Terdiri dari 2 bab dengan jumlah 238 halaman. Buku ini menceritakan tokoh Patrice Mersault yang hidupnya mudah bosan, selalu gelisah dan terus mencari kebahagiaan. Mersault mempunyai beberapa hubungan dengan perempuan. Satu perempuan yang menjadi kekasihnya bernama Marthe. Mersault merupakan orang yang pencemburu. Ia sangat cemburu terhadap laki-laki lain yang sebelumnya pernah menjadi kekasih Marthe. Terlebih ketika ia mengetahui, Zagreus orang yang dikenalnya pernah menjadi kekasih Marthe. Bab 1 dipenuhi percakapan Zagreus dengan Mersault. Diakhiri dengan pembunuhan Zagreus oleh Mersault. Selanjutnya pada bab 2, Mersault banyak berpindah tempat sampai akhirnya kembali pulang ke aljir, aljazair. Rumahnya. Pada bab ini tampil bagaimana orang-orang di sekitar Mersault. Disini, banyak diceritakan interaksi Mersault di tempat asalnya itu. Tentu saja, Mersault masih mencari kebahagiaan yang belum ditemukan. Ia terus mencari sampai akhirnya menyadari untuk memperjuangkan kebahagiaannya sekuat tenaga dan menghadapi kebenaran yang mengerikan.

Buku ini banyak menceritakan soal kebebasan, kegelisahan dan ketakutan manusia selama hidup. Manusia tanpa dibatasi dapat benar-benar bebas. contoh saja tokoh Mersault yang sangat bebas, membunuh manusia, diperbudak nafsu seksual, dan menyiksa diri untuk mengentaskan kegelisahan. Usai membaca saya belum benar-benar mengerti apa yang dimaksud Mersault dengan kebahagiaan.

Menggunakan Analisis Persoalan Potensial Untuk Usaha Kecil Menengah

Usaha kecil menengah disadari atau tidak merupakan salah satu penopang perekonomian nasional. Setiap tahunnya banyak usaha kecil yang tumbuh dan di waktu yang bersamaan banyak juga usaha kecil menengah yang tumbang, k arena tidak diiringi dengan kemampuan yang matang oleh sang pemilik usaha tersebut seringkali usaha kecil itu stuck tidak mengalami pengembangan atau bahkan langsung mengalami kebangkrutan. Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang analisis persoalan potensial atau yang bisa kita singkat menjadi APP.

Langkah APP ini saya ketahui saat sedang membaca buku terbitan tahun 1986 karya B.N. Marbun S.H yang berjudul kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil yang baru saja saya pinjam hari ini dari perpustakaan. Sedikit mengulas tentang buku tersebut, terdapat banyak tulisan yang mengedepankan alasan dan  solusi dari permasalahan-permasalahan bagi perusahaan kecil di masa tersebut. Selain itu buku ini juga membahas apa saja sebenarnya masalah dari perusahaan kecil. Adapun langkah APP ini sangat menarik perhatian saya karena dapat membantu pengusaha kecil dalam mengetahui dan mengantisipasi apa saja permasalahan yang akan terjadi saat sedang merintis usaha.  Tulisan ini banyak yang saya ketik ulang dari buku tersebut dengan perubahan seperlunya dan penambahan opini pribadi.

Jika dikutip dari bukunya, langkah APP berpangkal dari pertanyaan kritis dan mendasar tentang kemungkinan lahirnya atau timbulnya persoalan yang akan menimpa bahkan mengagaglkan usaha kamu di masa depan. Dengan demikian kamu dapat memikirkan sejak awal untuk mengantisipasi, mengurangi, hingga menyingkirkan persoalan kalau ternyata muncul.

Berikut ini adalah langkah Analisis Persoalan Potensial menurut B.N. Marbun yaitu memajukan serangkaian pertanyaan yang tajam, kritis, hingga menyakitkan, kurang ajar dan di luar dugaan.  Dari pertanyaan tersebut kita dapat menilai merumuskan dan menganalisa kemungkinan timbulnya persoalan pada usaha kita dan mempersiapkan upaya serta langkah-langkah untuk mengatasinya.

Kita ambil contoh perusahaan pabrik topi yang ingin memperluas usahanya, apakah perusahaan tersebut mempunyai peluang untuk berkembang atau bahkan tidak akan mampu bertahan. Pertanyaan yang perlu diajukan adalah:

  1. Siapa pesaing kita? Bagaimana dengan usaha mereka dilihat dari sumber daya keuangan dan manusia serta jangkauan pasar mereka.
  2. Bagaimana kalau terdapat inovasi baru untuk menutup kepala dan orang-orang meninggalkan pemakaian topi?
  3. Bagaimana kalau muncul teknologi baru dalam pembuatan topi?
  4. Bagaimana mengahadapi penjualan topi dari luar negeri?
  5. Dan seterusnya

Pengusaha harus menganalisa pertanyaan dan menyiapkan jawaban dan dari hasil ini dapat disimpulkan apakah wajar (feasible) mengembangkan perusahaan topi miliknya. Apabila banyak jawaban negatif, maka harus dianalisa lebih lanjut fakta yang mungkin membantu atau menyiapkan langkah penyelamatan jika bahaya itu muncul. Apabila setelah melewati langkah APP dan pengembangan usaha masih dianggap wajar, maka langkah selanjutnya adalah untuk mengevaluasi diri sendiri dan situasi apakah kita mampu menghadapinya. Semakin pertanyaan yang kita buat, maka akan semakin mendalam analisa yang kita lakukan sehingga mendapatkan hasil yang terbaik sebagai persiapan menghadapi persoalan perusahaan di masa yang akan datang.

Analisis Persoalan Potensial ini harus dilakukan dengan jujur dan bertanggung jawab dan dapat dilakukan dengan bantuan ahli atau konsultan agar menghindari kekeliruan dan risiko karena kurangnya kemampuan dan pengalaman kamu. Dengan analisis serta perencanaan yang baik dan bertanggungjawab, kemungkinan keberhasilan menghadapi persoalan dalam mengembangkan usaha semakin besar.

Ulasan Cerpen Lukisan Kaligrafi Karya A. Mustofa Bisri

Cerpen berjudul Lukisan Kaligrafi karya A. Mustofa Bisri memiliki tema cerita sosial agama, cerpen ini dimuat dalam buku kumpulan cerpen Lukisan Kaligrafi. Menceritakan tentang Ustadz Bachri yang kedatangan teman lamanya bernama hardi yang merupakan seorang pelukis. Hardi menemui Ustadz Bachri untuk silaturahmi dan berbincang-bincang mengenai kaligrafi. Ustadz Bachri sangat antusias menyambutnya. Namun ternyata Hardi hanya membahas aliran seni dan teknik melukis tanpa mengetahui aturan penulisan khat Arab. Hardi menuturkan bahwa ia hanya menggambar dengan mencontoh kitab Quran dan kitab dengan tulisan Arab lainnya. Ia menggambarkan kaligrafi sesuai dengan makna yang terkandung dalam ayat yang diketahui lewat terjemahan Quran kemudian dilukiskan ke dalam bentuk tertentu disertai pemandangan yang sesuai.

Dari ringkasan awal cerpen Lukisan Kaligrafi diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak manusia yang asal dalam melakukan suatu hal untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Dalam hal ini Hardi hanya menggunakan lukisan kaligrafi untuk mencari keuntungan, karena kaligrafi memiliki nilai jual yang tinggi. Hardi menganggap bahwa tidak perlu mengetahui aturan atau falsafah mengenai khat Arab, hanya cukup dengan memberikan makna dan pemandangan yang sesuai dengan ayat maka lukisan tersebut akan memiliki nilai seni yang tinggi.

Selanjutnya dalam cerpen tersebut diceritakan bahwa Ustadz Bachri merasa tertantang oleh Hardi yang akan melakukan pameran 3 bulan lagi, kemudian Ustadz Bachri mencoba untuk melukis kaligrafi diatas kanvas, Namun lukisan yang ia buat tidak pernah berhasil, hingga seorang kurir kiriman Hardi datang untuk mengambil lukisan tersebut. Tanpa diduga lukisan yang dibuat Ustadz Bachri ternyata diminati banyak orang dalam pameran tersebut. Lukisannya menjadi terkenal dan ditawar seharga 10.000 Dolar AS. Lukisan tersebut sebenarnya hanya dilukiskan menggunakan 2 warna dan hanya melukiskan satu huruf yaitu alif. Namun judul, makna dan falsafah yang dijelaskan oleh Hardi kepada para pengunjung dan wartawan membuat lukisan Ustadz Bahri menjadi terlihat amat menarik.

Berdasarkan ringkasan cerita diatas dapat disimpulkan bahwa untuk menggambar sebuah lukisan kaligrafi tidak hanya memerlukan pengetahuan tentang khat Arab, namun juga perlu memiliki wawasan tentang seni dan teknik melukis. Penilaian seseorang terhadap lukisan kaligrafi tidak hanya melihat kualitas dari lukisan tersebut, namun jika dapat memberikan judul, makna, dan falsafah yang menarik terhadap lukisan tersebut maka secara langsung akan memberikan kesan yang baik dan membuatnya menjadi menarik.